Senin, 01 Juni 2020

Konsep Sederhana Akuntansi Manajemen Pada Usaha Risol Telur Maknyus Gandaria



KATA PENGANTAR

 

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas yang berjudul ” KONSEP SEDERHANA AKUNTANSI MANAJEMEN PADA USAHA RISOL TELUR MAKNYUS GANDARIA”, Ibu Desy Purwasih S.E.,M.ak selaku Dosen mata kuliah Akuntansi Manajemen yang telah memberikan tugas ini kepada kami.

Saya menyadari bahwa Tugas yang kami kerjakan ini masih mempunyai kekurangan baik dari segi teknis maupun isi, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun.Oleh karena itu , kami berharap agar Tugas ini dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran dan berguna bagi pembacanya.

            Untuk mengoperasikan sebuah organisasi yang kompleks (besar dan rumit) dengan efisien dan efektif, manajemen membutuhkan informasi terinci tentang operasi perusahaan. Seperti berapa jumlah bahan yang harus disediakan, darimana bahan diperoleh, berapa jumlah peralatan yang terpakai, berapa karyawan yang layak diperkerjakan dll.   

Semua persoalan tersebut akan bisa diatasi oleh manajemen apabila manajemen memperoleh informasi yang tepat untuk digunakan sebagai dasar kebijakannya. Artinya manajemen harus memperoleh informasi tentang masukan dan keluaran operasi atau perusahaan untuk dasar operasinya. Tanpa informasi tentang masukan dan keluaran, maka tidak mungkin manajemen dapat mengambil keputusan dengan tepat. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan system informasi yang memadai. Yaitu sistem informasi untuk perencanaan, pengelolaan, pengendalian dan pengambilan keputusan. System informasi yang berhubungan dengan masalah akuntansi atau keuangan merupakan tugas dan tanggung jawab dari akuntan manajemen, dan system informasi yang berhubungan dengan akuntansi tersebut disebut Akuntansi Manajemen. (Machfoedz, Mas’ud, Akuntansi Manajemen, 2002)

 

Tangerang, 01 Juni 2020

 

 

05SAKE05

Ruang. K613

Universitas Pamulang

                                                   

 





1) Minimal produksi/ sekali produksi (satuan berat)
2) bahan dasar dan takaran penggunaan
3) bahan pelengkap dan takaran penggunaan
4) harga bahan-bahan per satuan (gram/Kg/Kodi/Lusin/Liter)
5) Biaya Yang dikeluarkan untuk sekali produksi 
6) Biaya tenaga kerja per sekali produksi
7) Biaya lain (estimasi bahan reject)
8) Margin yang diharapkan
9) Satuan produk jadi
10) Persentase ke pedagang
11) Persenyase ke konsumen
ANGGARAN PENJUALAN

Ilustrasi Anggaran Penjualan Risol Telur Maknyus
periode Januari 2020 - Juni 2020
Bulan QTY  Harga   Jumlah 
Januari 100       2.200,00              220.000,00
Februari 300       2.200,00          660.000,00
Maret 400       2.200,00         880.000,00
April 450       2.200,00            990.000,00
Mei 500       2.200,00 1.100.000,00
Juni 400       2.200,00        880.000,00
Jumlah 4.730.000,00

LABA RUGI

 
A
Biaya Bahan Baku Standar
Untuk 1 & 2
Dik : 
Pemakaian bahan baku standar per unit barang jadi adalah 100 Pcs
Harga bahan baku standar per pcs adalah Rp 1,715/ Pcs
Jawab :
=
Biaya bahan baku standar per unit barang jadi
=
Hst
x
Kst
=
                1.715
 Rp               100,00
=
 Rp      171.500
Apabila di produksi 500 Pcs barang jadi, maka :
BBB =
Biaya standar per unit barang jadi x jumlah barang jadi
=
 Rp          1.715
x
500
=
 Rp      857.500
B
Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL)
Untuk 1 & 2
Dik :
Tarif upah per jam untuk satu unit barang jadi adalah Rp 0
Jam kerja langsung standar per unit adalah 1/4 jam
Jawab :
=
BTKL standar per unit barang jadi
=
Tust
x
JTKLst
=
0,25
x
 Rp                      -  
=
 Rp                  -  
Apabila di produksi 50 Pcs barang jadi, maka :
BTKL =
BTKL Per unit barang jadi x jumlah barang jadi
=
 Rp                  -  
x
50
=
 Rp                  -  
Untuk 3
Apabila di produksi 360 Pcs barang jadi, maka :
BTKL =
BTKL Per unit barang jadi x jumlah barang jadi
=
 Rp                  -  
x
360
=
 Rp                 -  
C
Biaya Overhead Pabrik Standar
Apabila :
Biaya Overhead pabrik variabel standar yang dianggarkan =
 Rp   143.500
Biaya Overhead pabrik variabel standar tetap yang dianggarkan =
 Rp   143.500
kapaistas normal (menurut jam kerja tenaga kerja langsung) =
0.25 jam
BOP standar per unit barang jadi
=
Tst
x
JKst
=
0,25
x
 Rp   143.500
=
 Rp        35.875,00


BIAYA RELEVAN


 Saat Memproduksi Sendiri
Perhitungan diatas di asumsikan untuk membuat 100 Risol Telur  dalam satu bulan, dimana setiap hari perusahaan RISOL TELUR MAKNYUS  ini dapat menjual produknya sebanyak 500  PCS. Harga pokok produksi yang dikeluarkan untuk membuat Risol telur sendiri dalam satu bulan (100 Pcs) adalah Rp171.500,-
Perbandingan Biaya Differensial Membeli atau Membuat Sendiri
Berdasarkan tabel tersebut , dapat diketahui bahwa memproduksi Risol Telur sendiri biayanya sebesar Rp171,500,-, sedangkan jika membeli Risol Telur dari pemasok mengeluarkan biaya sebesar Rp220,000,-. Jadi selisih biaya antara memproduksi sendiri dengan membeli dari pemasok adalah sebesar Rp48,500,- setiap bulannya.

Jadi dalam kasus ini keputusan yang bisa diambil dari perbandingan biaya diatas adalah dengan memproduksi sendiri bahan untuk membuat risol telur selain perbandingan harga yang lebih murah kita juga dapat mengetahui pembuatan risol telur dan bisa menjamin kebersihan dan rasa yang yang dihasilkan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BEBAS BERKOMENTAR..
tapi berkomentarlah dengan bijak, komentar yang membangun ( masukan ),
Hindari kata-kata yg mengandung Sara, dan merugikan orang lain

MANFAAT E-COMMERCE PT GARUDA INDONESIA

MANFAAT E-COMMERCE PT GARUDA INDONESIA